Kamis, 19 November 2015

DISKRIPSI JURUSAN





Fakultas Pertanian-Peternakan, Jurusan kehutanan berdiri pada tahun 1999 dan kini memperoleh status Terakreditasi B. Jurusan Kehutanan UMM merupakan satu-satu jurusan Kehutanan yang ada di Wilayah Jawa Timur dengan program sarjana strata 1 (satu).

Jurusan kehutanan telah mengembangkan IPTEK sesuai dengan keahliannya. Untuk mendukung hal tersebut jurusan kehutanan telah menjalin kerjasama dengan instansi kehutanan dan perguruan mitranya, yaitu Kementerian Kehutanan RI di bidang penelitian dan pengembangan sumber daya hutan yaitu bidang rehabilitasi hutan dan lahan, konservasi sumberdaya hutan, dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, Perum Perhutani II Jawa Timur dalam bentuk praktik kerja lapang dan penelitian serta dengan Fakultas Kehutanan UGM dalam bentuk pendidikan dan praktek umum.

Sebagai penunjang kurikulum yang berbasis kompetensi, jurusan kehutanan telah menyiapkan staf pengajar yang memiliki keahlian terkait dengan aspek kewirausahaan yang berbasis kelestarian lingkungan, keahlian dibidang lingkungan hidup (kualifikasi sertifikat AMDAL ), kompetensi penilai mutu bibit, dan kompetensi di bidang konservasi sumberdaya hutan alam, sehingga lulusan kehutanan mampu berkompetisi di dunia kerja terbukti dengan banyak alumni yang bekerja di Instansi pemerintah maupun swasta.

Rabu, 18 November 2015



Jika anda pecinta kuliner, terutama kuliner bercita rasa pedas, jangan lewatkan untuk mencicipi makanan khas Trenggalek yang satu ini yaitu “sego gegog” atau “nasi gegog”. Nasi gegog mungkin belum berumur ratusan tahun hingga melegenda, namun makanan tradisional yang berbungkus daun pisang ini memiliki kekhasan tersendiri hingga sangat populer bagi masyarakat Trenggalek. Keistimewaan dari nasi ini adalah sebelum di kukus nasi ini di taburi dengan sambal teri di bagian atasnya sehingga rasa dan aromanya sangat nikmat. Sensasi pedas nasi ini bisa membuat Anda benar-benar ketagihan.
 Nasi gegok sekilas seperti Nampak seperti nasi bungkus yang terbuat dari nasi, ikan teri dan parutan kelapa dengan bumbu yang ekstra pedas yang dibungkus daun pisang. Masakan ini dinamakan nasi gegog, karena usai menyantap nasi gegog ini, perut terasa kenyang dan tubuh terasa panas karena dalam nasi tersebut terdapat campuran cabe dengan jumlah banyak, sehingga badan bisa megak-megok, atau bergoyang-goyang.

Mungkin Anda dapat dengan mudah menemukan nasi padang atau nasi gudeg di Surabaya atau Jakarta, namun dapat dipastikan Anda tidak akan pernah menemui nasi gegog di daerah lain. Bahkan dahulu nasi gegog hanya bisa ditemui di desa Sumurup kecamatan Bendungan, sebuah daerah pegunungan sebelah utara kota Trenggalek. Saat ini Anda bisa menyantap kuliner murah meriah ini di beberapa warung di kabupaten Trenggalek.